
Melebur beragam konsep di dalam satu ruang yang sama memang bukan lagi sesuatu yang baru di industri game. Jika dilapisi dengan energi kreatif yang kuat, misi dan visi yang tepat, dan keahlian teknis yang mampu mengeksekusi hal tersebut dengan baik, bukan tidak mungkin ia berujung menjadi proyek unik yang berpotensi sukses besar di pasaran. Hal ini jugalah yang berujung dipamerkan oleh Holy Tower Games dengan sebuah game yang masih belum memiliki nama final bertajuk – Project Q.
Jatuh hati dengan game yang satu ini memang bukan sesuatu yang sulit. Dari sisi presentasi, pendekatan artwork berwarna cerah dan ciri khas kartun yang kental akan menemani Anda sejak menit pertama. Namun pada akhirnya, kombinasi gimmick dan gameplay yang ia tawarkan lah yang akan membuat Anda jatuh hati pada Project Q.
Di sisi pondasinya, Project Q bisa disimpulkan sebagai sebuah game bullet-heaven dengan ekstra sistem yang berbeda. Anda akan dihadapkan pada satu arena yang menuntut Anda untuk membersihkannya hingga batas waktu tertentu, yang kemudian melahirkan kristal yang butuh Anda ambil sebagai penanda bahwa Anda sudah menyelesaikan arena tersebut dan bergerak ke arena selanjutnya.
Di sinilah, elemen kedua yang notabene mirip dengan konsep rogue-lite muncul dan melebur. Anda akan diberikan kesempatan untuk memilih satu di antara dua area selanjutnya, yang bisa saja berbeda kontennya. Lewatnya juga serangkaian kesempatan untuk memperkuat diri lewat reward kartu yang menjanjikan peningkatan status dan atribut, dari area serangan, critical chance, hingga damage yang dihasilkan karakter yang di versi demo ini, bersenjatakan senapan range.

Lantas, yang membuatnya istimewa? Adalah fakta bahwa alih-alih boon ala Hades dimana sang karakter utama akan dipersenjatai dengan lebih banyak serangan elemen, Project Q menyerahkan tanggung jawab tersebut pada serangkaian iblis yang bisa Anda rekrut dan ajak berkumpul di dalam tim. Setiap iblis yang Anda rekrut sebagai anggota tim aktif akan ikut ke dalam aksi pertarungan Anda dan secara aktif mengeksekusi animasi serangan yang mereka miliki. Sementara Iblis yang Anda inginkna namun belum punya ruang, bisa Anda simpan di tempat penyimpanan terpisah.
Setiap Iblis yang Anda rekrut di tim aktif tidak hanya akan muncul di arena pertempuran untuk mengikuti Anda secara aktif saja, tetapi juga membantu Anda bertarung. Selain animasi serangna biasa, ia juga akan membuka slot skil aktif berbasis cooldown yang biasanya menyediakan serangan AOE dengan damage yang lebih signifikan daripada serangan biasa.
Lewat sistem Iblis ini jugalah, Project Q menawarkan dua mekanik yang menurut kami cerdas. Pertama? Kartu-kartu buff yang sempat kami bicarakan sebelumnya berujung diposisikan Holy Tower Games bak “aksesoris” di game RPG yang bisa dipasangkan dengan bebas ke karakter utama Anda atau justru ke Iblis yang menemani Anda. Ini berarti, Anda diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan sendiri kemana setiap kartu ini akan mendarat atas nama mendukung gaya bermain Anda, yang tentu saja tetap saja dibatasi dalam jumlah tertentu. Atas nama strategi, Anda juga akan dituntut memikirkan dengan matang kira-kira kartu yang akan efektif untuk dipasangkan kemana.
Kedua dan yang paling menarik? Sistem Iblis ini juga menjadi pondasi sistem Fusion yang akan mengingatkan Anda pada serupa dengan Persona. Dengan menggabungkan iblis-iblis ini , Anda berkesempatan untuk melahirklan varian iblis companion baru yang tentu saja diikuti dengan skill aktif baru untuk diakses. Atau jika Anda butuh, Anda juga bisa mengorbankan satu iblis tertentu untuk mendorong penguatan iblis yang lain. Sesi demo ini memang masih belum memperlihatkan dengan jelas sejauh apa sistem ini akan didorong Holy Tower Games, namun sesi singkat kami cukup untuk memberikan gambaran jelas potensinya.
Dengan suntikan sistem meta-progression yang juga akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Project Q, Holy Tower Games yang notabene merupakan studio asal kota Kudus melahirkan sebuah game indie yang tidak hanya menarik dari sisi presentasi saja, tetapi juga berpotenis menawarkan sebuah peleburan konsep bullet heaven dengan Persona dan Rogue-lite yang tenyata, bisa bekerja dengan baik.
Anda yang penasaran bisa mendapatkan lebih banyak informasi terkait game ini via tautan berikut ini. Bagaimana menurut Anda? Terlihat seperti konsep yang menarik untuk dijajal?

