Preview Onimusha – Way of the Sword: Calon Kuat Game of the Year 2026!
Page 2

Preview Onimusha – Way of the Sword: Calon Kuat Game of the Year 2026!

Author picture
Author picture

Pertarungan Boss yang Seru

Highlight dari sesi demo 2 jam kami datang dari pertarungan boss yang benar-benar seru dan menegangkan.

Salah satu highlight untuk sebagian besar gamer yang menikmati demo publik Onimusha: Way of the Sword tentu saja adalah pertarungan melawan Ganryu, sang boss yang datang dengan tidak hanya kepribaidan dan desain yang menarik, tetapi juga datang dengan segudang gimmick yang membuat animasi game ini begitu bersinar.

Di sesi demo yang kami jajal, selama perjalanan 2 jam ini, kami juga bertemu dengan tiga boss berbeda untuk ditundukkan. Berita bahagianya? Setiap pertarungan boss ini berujung menjadi highlight terbaik dari pengalaman kami.

Seperti halnya Ganryu, setiap boss ini didesain dengan begitu manis. Kita bicara soal desain visualnya yang begitu unik dengan ragam ukuran yang jelas terinspirasi dari mitologi Jepang itu sendiri. Kita juga bciara soal desain moveset yang mereka bawa ke arena pertempuran, yang siap untuk membuat Anda yang tidak punya koordinasi mata dan tangan yang baik akan berujung panik. Yang membuatnya menarik? Setiap dari mereka juga punya gimmick dimana Anda harus mengeluarkan ekstra gerakan seperti menggunakan busur panah atau skill aktif pemecah armor untuk membuat pertarungan ini lebih mulus.

Dari ketiga pertarungan ini, Rasho-gan menjadi terfavorit kami. Ia datang dengan serangan pendek yang punya timing yang akan butuh pembiasaan di awal dan kemudian setidaknya dua buah fase yang salah satu move-setnya akan meminta Anda untuk memanah akar penopang yang ia gunakan untuk mengangkat begitu banyak objek besar di atas kepala.

Sekali lagi, di luar animasi parry yang selalu memanjakan mata, konsep pertarungan boss yang ditawarkan Onimusha sejauh ini akan terus membuat adrenalin Anda terpompa kencang. Tentu, ada sedikit rasa kesal yang terbangun jika Anda gagal mengantisipasi serangan lawan, apalagi ketika Anda terlambat melakukan counter-grab.

Moveset mereka siap membuat Anda yang tidak siap berujung panik, lengkap dengan gimmick tertentu dan juga potensi perubahan ke ekstra fase yang lebih mematikan.
Tenang, ini bukan game Souls-like. Sedikit kelalaian mengantisipasi serangan musuh tidak akan lantas membuat Anda meregang nyawa.

Lewat pertarungan boss ini pula lah, Onimusha: Way of the Sword juga kian menegaskan posisinya sebagai game action murni dan bukan Souls-like. Sedikit kelalain untuk mengantisipasi serangan boss tidak akan membuat Anda langsung jatuh ke kondisi HP yang sekarat. Anda masih diberikan kesempatan untuk melawan balik dan tentunya, menyembuhkan diri dengan item penyembuh yang akan diisi kembali di ragam Shrine yang ada.

Berita baiknya? Anda yang tidak terlalu mahir memainkan game action juga akan sangat difasilitasi oleh Capcom di game ini. Selain kesempatan untuk menikmatinya di tingkat kesulitan lebih mudah – Story Mode, Onimusha menawarkan solusi lain yang juga akan bisa diaplikasikan di Action Mode. Lewat sebuah menu terpisah yang bisa dihidupkan atau dimatikan, Anda bisa mengaktifkan informasi prompt tombol di atas kepala Musashi untuk memicu reaksi yang tepat di moveset musuh yang ada. Ia akan secara konsisten menampilkan tombol reaksi terbaik di situasi yang ada, termasuk saat melawan boss.

Satu hal juga yang kami temui di pertarungan boss ini adalah fakta bahwa Onimusha memosisikan parry dan sidestep sebagai dua solusi pertahanan yang sama efektif dan pentingnya untuk Musashi. Ia disajikan sebagai opsi yang  bisa Anda pilih dengan keuntungannya sendiri-sendiri. Ada begitu banyak serangan boss yang akan bisa Anda pilih untuk dihindari atau ditangkis di timing yang tepat bergantung pada seberapa baik kemampuan Anda.

Sidestep dan parry diberikan sebagai solusi defensif yang sama efektifnya. Walaupun nanti, akan ada jenis serangan musuh yang lebih efektif untuk ditangani dengan salah satu di antaranya.
Musashi hanya akan menggunakan katana. Sistem variasi senjata di seri Onimusah dulu kini berubah jadi Oni Armaments yang bisa diakses bak skill aktif.

Fungsi lainnya yang bisa Anda andalkan tentu saja datang dari variasi senjata yang alih-alih disajikan sebagai senjata utama Musashi, kini bisa diakses sebagai skill aktif dengan resource yang bisa dikumpulkan dalam bentuk orb saat bertarung. Jadi tidak seperti Onimusha tua dimana senjata-senjata ini dijadikan alternatif untuk digunakan langsung, di Way of the Sword ia diposisikan sebagai sekadar skill aktif dengan elemen yang jelas menjadi homage untuk seri-seri lawas ini.

Tidak bisa dibantah, bahwa pertarungan melawan 3 boss di sesi demo kami ini cukup untuk membangkitkan rasa penasaran kira-kira kejutan seperti apa lagi yang akan disimpan Capcom di versi final nanti, baik dari sisi desainnya yang ciamik, moveset kejutan apa yang ditawarkan, hingga gimmick seperti apa yang akan didorong. Setiap dari mereka, kami yakin, akan cukup efektif untuk membuat adrenalin Anda terpacu.

Sedikit Versi Nintendo Switch 2

Gamer yang tertarik akan bisa menggunakan skema kontrol gyro di versi Nintendo Switch 2.

Di kesempatan demo yang sama, Capcom juga menyediakan kesempatan bagi kami untuk sedikit menjajal versi Nintendo Switch 2 di mode handheld dengan tujuan utama untuk menguji mekanik kontroi berbasis gyro yang ia tawarkan.

Walaupun sei singkat kami dengan mode handheld ini mustahil untuk memberikan gambaran performa secara lengkap, namun kami menikmati apa yang kami rasakan. Kami sempat bertarung melawan beberapa Genma biasa di area dunia semi terbuka yang sempat kami bicarakan sebelumnya dan game ini terlihat cukup stabil dari sisi framerate. Ia juga masih hadir dengan kualitas visual yang cukup ciamik untuk urusan pengalaman mobile.

Dengan sistem ini, Capcom menyuntikkan hanya 4 moveset berbasis kontrol gyro. Anda bisa mengayunkan Joy-con secara horizontal untuk serangan biasa, vertikal untuk serangan kuat, membidik dengan gyro saat menggunakan busur panah, dan menggoyangnya untuk mengakses serangan pemecah armor. Sensitivitas baca gerak menuju kontrol yang ditawarkan sejauh yang kami jajal cukup baik.

Sejujurnya, entah sebuah keputusan yang baik atau buruk, kami cukup menyayangkan bahwa Capcom tidak menyuntikkan skema kontrol gyro ini untuk aksi parry yang tentu saja akan sering Anda lakukan di game ini. Tidak ada alasan kuat diberikan, namun di sisi lain, kami bisa mengapresiasi bahwa keputusan ini akan menghindari potensi rasa frustrasi yang mungkin saja muncul jika akurasi baca aksi seperti ini melenceng sedikit saja.

Sejujurnya, mengingat seberapa penting timing gerak dan reaksi untuk game seperti ini, kami sendiri pesimis bahwa akan ada banyak gamer yang akan menggunakan skema kontrol gyro untuk memainkan Onimusha: Way of the Sword di NIntendo Switch 2. Namun ada ekstra apresiasi bagi Capcom untuk memfasilitasi gimmick yang satu ini. Lagipula, performanya dari sisi visual dan framerate di mode handheld tidak memperlihatkan masalah yang signifikan.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website