Review 007 First Light: Awal Legenda Sang Agen Rahasia!
Page 2

Review 007 First Light: Awal Legenda Sang Agen Rahasia!

Author picture
Author picture

Pesta dan Ledakan

Ada apresiasi khusus untuk kisah original Bond dari IO Interactive yang bisa mengangkat tema cerita yang modern dan relevan.

Sebelum terjun dan meninggalkan lebih banyak pujian untuk apa yang berhasil dicapai oleh Glacier Engine dengan 007 First Light, kami hendak memberikan apresiasi tersendiri terhadap tema yang berhasil diangkat oleh IO Interactive di cerita orignal mereka ini. Bahwa terlepas bahwa mereka membawa sebuah franchise yang sudah berusia tua, 007 First Light hadir dengan cerita modern yang kekinian. Ia mengeksplorasi konsep yang saat ini tengah hangat dibicarakan – AI yang relevan sembari menjamin hal-hal yang mendefinisikan franchise 007 seperti para gadget rahasia juga disesuaikan.

Bersama dengan keberhasilan tersebut, IO Interactive juga menawarkan begitu banyak setting dan wilayah yang akan berujung disinggahi oleh Bond, membuat konflik yang tengah ia hadapi memang terasa seperti sebuah ancaman internasional. Wilayah-wilayah ini hadir beragam, dari sekadar resort santai penuh pepohonan dan laut super jernih yang menemani hingga pesta-pesta para elite kelas tinggi yang butuh Anda susupi. Setiap level ini diracik dengan begitu layak, dari sekadar efek tata cahaya hingga detail tata desain ruang yang ada.

Walaupun tetap perlu diingatkan, sama seperti konsep yang sempat mereka tawarkan di Hitman, 007 First Light bukanlah game action dengan dunia super terbuka yang luas. Aksi Bond selalu terpicu di dalam satu area yang terbatas sebelum bergerak ke area selanjutnya sesuai cerita. Kendaraan yang sempat Anda lihat beberapa kali trailer hanya akan bisa digunakan sesuai dengan cerita yang berjalan, bukan sebagai moda transportasi untuk eksplorasi.

Bukan game open-world, sesi berkendara di game ini hanya dimungkinkan oleh cerita yang tengah berjalan.
Efek kehancuran lingkungan dari aksi baku hantam membuatnya kian dramatis.

Jika ada satu sisi presentasi yang berujung membuat kami jatuh cinta pada 007 First Light adalah betapa banyaknya area dan objek yang bisa dihancurkan di sini. Untuk skenario pertarungan tangan kosong yang akan sering Anda lalui, fakta bahwa aksi dorong, pukul, hingga banting Anda bisa membuat rak buku hancur, kaca raksasa retak, hingga beragam peralatan yang ditempatkan di atas meja berujung berantakan membuat aksi-aksi ini terasa begitu dramatis di 007 First Light. Sementara dari sisi animasi baku hantam? Halus, tapi belum se-istimewa hingga ia terasa senatural game Naughty Dog seperti Uncharted dan The Last of Us.

Memainkan game ini di Playstation 5 non-pro tetap menawarkan pengalaman yang memesona dari sisi visual. Mereka memastikan bahwa citra James Bond yang flamboyan terwakili dengan sangat baik di sini. Walaupun sepak terjangnya sebagai agen rahasia baru dimulai, namun aksinya meniduri wanita-wanita cantik menjadi aktivitas yang ia gemari di sepanjang permainan, dengan desain model karakter pendamping yang juga tidak kalah memanjakan mata. Sayangnya, kualitas yang sama tidak terasa konsisten di bagian lingkungan, dimana di mesin Playstation 5 biasa ini, kami masih menemukan keterlambatan render tekstur yang membuat beberapa wilayah terasa tak seindah seharusnya.

Maka bukan James Bond namanya jika ia tidak melibatkan wanita-wanita cantik di dalamnya.
Karakter orang Afrika dengan aksen Amerika? Bawma yang dipotret oleh seorang Lenny Kravitz justru jadi salah satu kelemahan terbesar game ini.

Maka diikuti dengan sisi presentasi audio yang juga pantas untuk diacungi jempol, terutama cara IO Interactive menyisipkan sang lagu tema utama di beberapa momen yang pantas, ia berhasil membuat aksi James Bond kian seru dan menegangkan.

Sayangnya, ada satu kelemahan dari satu sisi audio yang harus kami bicarakan – yakni Bawma. Benar sekali, karakkter antagonis yang diperankan oleh Lenny Kravitz, yang seharusnya jadi bintang terbesar dari semua cameo yang dibawa IO Interactive ini, justru jadi sumber keluhan paling besar. Mengapa? Karena keputusan untuk melibatkan Lenny Kravitz sebagai VA juga berarti membiarkannya menggunakan aksen Amerika untuk karakter yang berasal dan berdiam di Afrika. Atkingnya begitu kontras dengan karakter-karakter lain di lokasi sama yang kesemuanya menggunakan aksen yang tepat.

Otak dan Otot

DNA Hitman disulap dan disesuaikan untuk petualangan James Bond yang seharusnya.

007 First Light memang bukan Hitman, namun bukan berarti Anda tidak akan menemukan DNA dari game pembunuh berkepala botak tersebut di petualangan James Bond muda ini. Berita baiknya? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, DNA tersebut berhasil diaplikasikan sedemikian rupa sehingga ia tidak hanya terasa natural untuk seorang calon agen 007 saja, tetapi juga dilebur ke dalam ragam elemen tambahan yang membuatnya terasa lebih sinematik.

Aplikasi tersebut diwujudkan dalam sesi gameplay dimana James Bond akan menjalankan tugasnya sebagai seorang agen rahasia. Beberapa level akan meminta Anda untuk terjun ke dalam sebuah area untuk sebuah objektif spesifik. Di sini, seperti halnya konsep yang sudah dimasak IO Interactive dengan Hitman, Anda akan diberi kesempatan untuk memilih jalur solusi yang biasanya hadir dalam beberapa variasi untuk dipilih. Dengan user interface rapi dan juga ikon penunjuk objektif serta kesempatan berganti jalur dengan  mudah jika Anda menginginkannya, ini akan jadi salah satu pengalaman inti 007 First Light.

Namun atas nama menjaga identitas karakter ikonik ini, IO Interactive tidak cukup “gila” untuk memberikan Anda kebebasan segila apa yang bisa dilakukan oleh seorang Agent 47. Untuk Anda yang tidak familiar, atas nama mencapai objektif yang dikehendaki, Hitman memberikan ruang bagi gamer untuk menyarangkan timah panas sebebas yang mereka inginkan ke kepala banyak target selama objektif terselesaikan. Ini tentu saja bertolak belakang dengan apa yang kita kenal dari seorang James Bond.

Tidak bisa menyarangkan timah panas secara membabi buta, aksi yang bisa dilakukan Bond akan terbuka seiring dengan seberapa genting situasi yang tengah terjadi.
Aksi tembak baru terbuka bebas ketika situasi “License to Kill” terpicu.

Sebagai gantinya? 007 First Light membagi skenario setiap arena seperti ini ke dalam tiga situasi berbeda: normal, trespassing, dan “license to kill”. Dalam situasi yang normal, selayaknya James Bond, semua aksi yang Anda lakukan akan bersifat damai. Solusi untuk masalah utama diambil dengan cara berdialog, mencuri, menciptakan distraksi, mencari jalur gerak alternatif, dan sejenisnya.

Sementara “Trespassing” memberikan ekstra eksalasi dimana tindak kekerasan boleh diambil, dari stealth takedown, baku hantam tangan kosong, hingga menggunakan gadget yang mampu menghasilkan efek destruktif. Ketika status “License to Kill” terbuka, yang biasanya diawali dengan aksi tembak senjata dari musuh, maka limitasi terangkat. Anda kini bisa menyarangkan peluru menggunakan ragam senjata ke lawan Anda. Dengan sistem seperti ini, Anda tidak akan bisa seenak jidat membunuh banyak orang atas nama untuk mencapai objektif yang dibutuhkan. Ia James Bond, bukan Agent 47.

Sistem yang berhasil menjaga identitas sebagaimana seharusnya seorang James Bond ini bekerja kemudian dilebur bersama dengan alternatif solusi untuk masalah yang kita bicarakan sebelumnya. Bahwa selain senjata api di situasi terburuk, Bond akan punya akses ke beberapa hal yang sepertinya tidak akan asing lagi untuk Anda yang sudah meinkmati versi film-nya selama ini.

Pertama dan yang paling esensial tentu saja adalah Gadgets dari Q-Lab. Dengan sistem loadout yang bisa Anda persiapkan sebelum misi, gadgets yang bisa digunakan Bond akan terpisah menjadi dua kategori besar – mereka yang dijalankan menggunakan baterai dan mereka yang membutuhkan bahan kimia untuk diisi ulang. Ia menawarkan cukup banyak variasi yang bisa digunakan di ragam situasi, dari sekadar laser pembuta mata sementara, dart untuk membuat target sakit hingga ia meninggalkan posisi yang ia jaga, hingga misil kecil yang siap menghancurkan armor musuh dan sekitarnya secara instan. Berita baiknya? 007 First Light menyebar cukup banyak baterai dan bahan kimia untuk memastikan bahwa fungsi ini akan seringkali tersedia.

Gunakan rangkaian gadget dari Q-Lab untuk aksi investigasi, eksplorasi, dan infiltrasi Anda atas nama menyelesaikan objektif yang sudah ditentukan.
Menggunakan resource bernama Instinct, Anda bisa mengaktifkan Bluff alias membual untuk mengecoh ragam penjaga yang menempati posisi yang ingin Anda lewati.

Dengan kombinasi sistem level kesiagaan dan ragam gadget yang bisa Anda gunakan ini, maka 007 First Light secara konsisten menawarkan fleksibilitas untuk menyelesaikan ragam objektif yang dibutuhkan. Masih belum cukup? Bond juga akan dipersenjatai dengan resource lain bernama “Instinct” yang hadir sebagai sebuah bar untuk mengakses beberapa kemampuan agen rahasia khusus. Selain Focus untuk memperlambat waktu atas nama kemudahan bidik kepala pada saat pertempuran terbuka terjadi, Bond juga bisa menggunakan Instinct ini untuk menggunakan Bluff dan Lure.

Lure berfungsi di seperti kebanyakan game stealth. Dengan menggunakan suara, Anda bisa memancing musuh di jarak terdekat untuk menghampiri Anda. Seperti yang bisa diprediksi, Anda akan bisa menggunakan aksi Takedown langusng dari tempat persembunyian Anda untuk melumpuhkan mereka. Bond juga biasanya akan menggunakan animasi yang akan secara otomatis “menyembunyikan” tubuh yang baru ia tundukkan ini.

Sementara Bluff hadir sebagai sebuah kekuatan “superpower” yang menarik dan memang terasa “sangat James Bond”. Implementasinya sederhana.Kekuatan yang membuat Bond mengeluarkan bacotan terbaiknya ini akan berfungsi bak distraksi dengan efek area untuk musuh-musuh yang berada dalam jarak tertentu. Ia akan membuat Anda bebas melenggang atau melakukan apa saja di dalam area yang sebelumnya terbatas sampai timing efek bluff ini selesai. Namun perlu diingat pula, akan eksis varian musuh dengan ikon khusus yang didesain sebagai anti-bluff, sehingga Anda tidak akan bisa secara konsisten hanya menggunakan kekuatan ini untuk menyelinap kemanapun Anda butuhkan.

Semua kombinasi kekuatan ini berhasil membentuk 007 First Light sebagai pengalaman James Bond yang definitif. Walaupun harus diakui, tidak semua gadget dan kekuatan berbasis instinct ini berujung punya efektivitas yang setara. Sebagai contoh? Dart untuk membuat target menjadi sakit dan menjauh dari posisi mereka misalnya.

Di awal, ini seolah jadi gadget terbaik saat Anda melakukan investigasi sesuai dengan permintaan misi, terutama untuk menjangkau area yang dijaga ketat. Namun ketika Anda menemukan bagaimana laser pembuta mata ternyata punya fungsi serupa dan waktu distraksi yang lebih panjang, dart tidak lagi berguna. Atau bagaimana di sesi playthrough kami, Lure menjadi fungsi yang jarang kami gunakan semata-mata karena aksi stealth standar tanpa menggunakan Instinct bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipicu.

Lagipula, 007 First Light juga menangani sistem deteksi dengan gaya yang unik pula. Sebagian besar misi yang mengharamkan Anda untuk melewati sebuah zona spesifik tetap hanya akan meninggalkan konsekuensi yang minim jika Anda berujung ketahuan. Tidak serta merta keseluruhan area akan langsung aktif dan mencari Anda, ia hanya akan memicu satu area kecil dimana agresi terjadi, yang jika berhasil Anda tundukkan dengan aksi berantem tangan kosong, ia biasanya akan berujung mereda. Oleh karena itu, resiko saat aksi stealth Anda terbongkar pun bisa dikatakan minim.

Terbongkarnya aksi stealth Anda tidak selalu menjadi akhir petualangan. Ia biasanya hanya akan memicu kewaspadaan penjaga lain dalam jarak tertentu saja.
Tenang, akan ada cukup banyak scene sinematik yang bisa disandingkan dengan versi film-nya.

Apalagi aksi bertarung tangan kosong James Bond di 007 First Light ini bisa dikatakan superior (setidaknya di level kesulitan normal yang kami jajal). Dengan kombinasi serangan cukup kompleks yang bisa Anda eksekusi, yang dipadupadankan dengan efek kehancuran lingkungan yang dramatis dan keren, Anda bisa menyelesaikan ragam pertarungan dengan tinju Anda, bahkan melawan para prajurit dengan armor tebal sekalipun.

Sayangnya, ia juga jadi sumber salah satu sisi yang membuat pengalaman 007 First Light menjadi kurang imersif dimana Anda akan menemukan seringkali situasi dimana Bond bisa dengan mudah berlari kesana-kesini untuk menyerang musuh dengan tangan kosong di tengah rentetan peluru senjata mesin yang diarahkan padanya. Ini membuat aksi untuk mengandalkan tinju di tengah pertempuran senjata api bukanlah sebuah strategi alternatif yang tidak masuk akal di 007 First Light. Anda akan bisa memenangkannya selama Anda menghindari aksi grab lawan dengan jeda waktu singkat dan anti-interupsi yang juga jadi catatan kelemahan ekstra kami di sistem ini.

Dengan semua kombinasi sistem ini, IO Interactive melakukan tugas yang sangat baik untuk menciptakan pengalaman James Bond yang setia dengan apa yang setidaknya sempat kami nikmati dari versi film-nya (sayangnya, kami belum pernah membaca novel Ian Fleming langsung dan tidak punya referensi dari sana). Dimana setelah semua upaya penyusupan dan investigasi ini, Anda juga akan berhadapan dengan banyak sekuens super sinematik nan heboh yang akan membawa Bond terlempar dari pesawat, mengendarai truk sampah dan melibas semua halangan di depan mata, hingga bertarung melawan boss yang dipersenjatai dengan teknologi tak kalah canggih. Semuanya dilebur menjadi game yang pantas menyandang nama 007 dan James Bond.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website