Review 007 First Light: Awal Legenda Sang Agen Rahasia!
Page 3

Review 007 First Light: Awal Legenda Sang Agen Rahasia!

Author picture
Author picture

Pondasi Live-Service

Tactical Simulations akan jadi pondasi live-service yang ditawarkan IO interactive, mirip dengan apa yang mereka tempuh dengan Hitman.

Pendekatan cerita yang lebih modern dan terkini juga memberikan ruang bagi IO Interactive untuk menyuntikkan ragam teknologi baru yang tidak hanya menunjang sepak terjang Bond saja di dalam game, tetapi juga Anda sebagai gamer yang sudah menggelontorkan sejumlah uang untuk game yang satu ini. Bahwa sama seperti apa yang mereka tawarkan di Hitman selama ini, 007 First Light juga memiliki pondasi mode live-servicenya sendiri.

Mode tersebut diracik sebagai sebuah misi training digital yang disebut sebagai “Tactical Sims” dimana ia diceritakan sebagai tempat Bond mengasah kemammpuan agen rahasianya tanpa harus terjun ke lapangan. Mode yang anehnya menuntut Anda untuk kembali ke menu utama sebelum bisa berpindah ke mode cerita dan sebaliknya ini akan terbagi menjadi dua mode terpisah: Escalations dan Operations.

Escalations bisa didefinisikan sebagai mode training yang dirancang untuk menguji skill spesifik Anda, yang kemudian akan dipermak dengan ragam modifier untuk membuatnya lebih menantang. Terbagi ke dalam setidaknya 3 tier tingkat kesulitan yang akan menawarkan kompleksitas yang lebih tinggi, ia akan menguji ragam hal dari pertarungan tangan kosong, keahlian guna senjata, dan sebagainya. Sementara dari sisi Operations, ia biasanya mereplika satu porsi bagian dari mode campaign yang kemudian seperrti halnya di Escalations, butuh Anda selesaikan dengan modifier yang juga terikat. Sebagian besar misi ini bisa Anda buka setelah menyelesaikan mode campaign 007 First Light itu sendiri.

Misinya dibagi menjadi tema spesifik atau sekadar reka ulang sisi gameplay cerita utama dengan bumbu modifier.
Bukan tidak mungkin cameo-cameo yang sudah tersedia di cerita utama ini akan dilibattkan lebih jauh untuk konten live-service ini.

Walaupun ia bisa dihitung sebagai konten tambahan yang menambah ekstra gameplay semata, namun daya tarik Tactical Simulations ini adalah fakta bahwa ia akan terus mendapatkan dukungan konten tambahan di masa depan lewat rangkain update yang sudah direncanakan oleh IO Interactive. Situasi in juga membuka peluang bahwa rangkaian cameo yang sudah mereka hadirkan di game ini, termasuk si Bawma alias Lenny Kravitz, akan bisa berujung dioptimalkan atau memainkan peran lebih penting di mode ini. Sayangnya, untuk apa yang mereka tawarkan di titik saat review ini ditulis, tidak banyak yang bisa diceritakan dan disanjung dari “ekstra kesibukan” ini. Kami juga tak banyak tertarik dengan ekstra kostum Bond atau skin gadget yang bisa Anda beli dengan menggunakan mata uang khusus dari mode ini.

Kehadiran ini justru berujung sedikit menyebalkan. Apa pasal? Karena ketika Anda membuka 007 First Light di menu utama, IO Interactive dengan jelas mempromosikan konten selanjutnya yang akan masuk ke dalam mode ini, yang ternyata berujung menjadi kesempatan untuk mengendarai mobil Aston Martin-nya yang super canggih di jalanan sembari menghancurkan ragam mobil musuh yang lain. Iya, percaya atau tidak, kesempatan ini tidak tersedia di mode cerita utama karena satu dan lain hal yang tak ingin kami jabarkan karena spoiler. Alih-alih memikirkan bagaimana caranya misi ini bisa jadi bagian integral cerita, mereka memutuskan untuk “membuangnya” ke misi ini.

Kesimpulan

007 First Light tetap hadir sebagai game action yang memesona dan game James Bond yang memahami apa yang dibutuhkan untuk mereplika pengalaman sang agen rahasia dalam format yang lebih interaktif. Mereka yang membutuhkan game yang mengkombinasikan kerja otak dan otot akan mendapatkannya di sini.

Setelah keraguan yang dirasakan banyak orang di awal, termasuk kami, IO Interactive berhasil membuktikan diri bahwa mereka punya kapabilitas untuk meracik sebuah game third person action yang sinematik. Dengan 007 First Light, mereka juga paham apa yang membuat aksi seorang James Bond terasa seperti James Bond yang seharusnya. Kita bicara dari caranya menyelesaikan misi, menangani konsep kekerasan dan perang terbuka, sikapnya di hadapan wanita-wanita cantik yang memesona, hingga konflik skala global dimana ia harus ikut terlibat. Semuanya dirangkai dengan kualitas visual solid dan cerita yang kuat dan relevan dengan era saat ini.

Walaupun demikian, game ini tidak lah sempurna. Selain keluhan soal karakter Bawma yang datang dengan aksen Amerika dan bagaimana konsep live-service game ini justru jadi alasan untuk tidak mengintegrasikan pertempuran mobil yang harusnya integral untuk pengalaman James Bond, kami juga tidak menyukai pacing cerita yang ditawarkan.

Tidak sedikit momen di game yang seolah tidak memahami kata momentum dan cara memanfaatkannya dengan baik. Sebagai contoh? Saat Anda baru saja mengalami kisah kematian companion yang seharusnya membuat dendam membara dan energi di puncak tertinggi. Namun alih-alih diterjunkan langsung ke misi balas dendam ini, Anda justru diminta untuk kembali ke Q-Lab untuk ngobrol dan menguji persenjataan baru. Sesungguhnya, situasi seperti ini menyebalkan.

Di luar kelemahan-kelemahan ini, 007 First Light tetap hadir sebagai game action yang memesona dan game James Bond yang memahami apa yang dibutuhkan untuk mereplika pengalaman sang agen rahasia dalam format yang lebih interaktif. Mereka yang membutuhkan game yang mengkombinasikan kerja otak dan otot akan mendapatkannya di sini.

Kelebihan

Glacier Engine memperlihatkan tajinya dengan baik di versi Playstation 5 non-pro yang kami jajal.
  • Cerita asal mula yang dibungkus dengan tema kekinian yang relevan
  • Kualitas visual berbasis Glacier Engine yang memanjakan mata, termasuk model karakter yang diusung
  • Hadir dengan pendekatan sinematik yang solid
  • Sistem kehancuran lingkungan membuat aksi, terutama pertarungan tangan kosong lebih dramatis
  • Rangkaian gadget dan skill yang bisa digunakan atas nama fleksibilitas solusi
  • Setia dengan sifat sumber materi dimana James Bond bukanlah seorang pembunuh berdarah dingin
  • Presentasi musik dan voice acting yang pantas diapresiasi
  • Mode live-service untuk value tambahan

Kekurangan

Beberapa sekuens justru terasa mencederai pacing keseluruhan plot yang ada.
  • Pacing cerita mengecewakan di beberapa titik
  • Bawma yang aneh
  • Sesi pertempuran kendaraan justru ditawarkan di mode live-service dan bukan cerita utama
  • Perpindahan mode TacSim dan cerita butuh melewati menu utama lebih dulu
  • Aksi tarung tangan kosong bisa terasa overpowered, bahkan saat melawan pasukan dengan armor dan senjata lengkap

Direkomendasikan untuk gamer: yang mencintai game action third person sinematik, membutuhkan game yang memahami citra aksi 007 terutama dari versi film.

Tidak direkomendasikan untuk gamer:  yang mencari kebebasan solusi setara Hitman, yang mengharapkan cerita yang hanya menawarkan aksi, aksi, dan aksi.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website