Review Onimusha – Way of the Sword: Aksi yang Nyaris Sempurna!
Page 2

Review Onimusha – Way of the Sword: Aksi yang Nyaris Sempurna!

Author picture
Author picture

RE Engine Paling Ekspresif

RE Engine memang memesona, namun di Onimusha ia menjadi bukti bagaimana ia mampu menangani ekspresi dengan sama memesonanya.

Bagi gamer yang sempat menjajal game-game Capcom dalam setidaknya 9 tahun terakhir ini sepertinya sudah paham soal seberapa optimalnya RE Engine dan bagaimana engine ini terlihat dan terasa kian memesona di setiap rilis game terbaru. Memang ada permasalahan teknis saat kita bicara soal konsep dunia lebih terbuka ala Dragon’s Dogma dan Monster Hunter Wilds, namun untuk proyek yang lain, ia adalah salah satu engine terbaik di pasaran. Berita baiknya? Onimusha: Way of the Sword memamerkan satu aspek yang mungkin tidak banyak dieksplorasi oleh Capcom sebelumnya – ekspresi.

Mengikuti apa yang kita sukai dari RE Engine selama ini, Onimusha: Way of the Sword juga hadir memesona dari sisi teknis. Performa yang stabil diikuti dengan sisi presentasi penuh detail yang memanjakan mata. Anda jelas bisa membedakan material pakaian yang dikenakan oleh Musashi, bahkan kain bak sutra yang memberikan sedikit efek tembus pandang sekalipun. Dipercantik dengan efek-efek partikel saat dua pedang saling bertabrakan, ada satu hal yang membuat implementasi engine ini kian memesona dan belum pernah menyentuh level ini di game Capcom. Benar sekali, ekspresi.

Bukan satu sebenarnya, melainkan dua hal yang kami kategorikan dalam “Ekspresi”. Pertama adalah animasi. Komitmen Capcom untuk menjadikan sisi ini sebagai salah satu highlight memang bukan perkara main-main. Sebegitu kaya dan kerennya sisi animasi game ini hingga Musashi nyaris punya animasi khusus untuk setiap musuh dan boss yang ia hadapi, baik untuk serangan sinematik atau sekadar aksi parry dari segala arah yang berbeda. Level animasi ini tidak hanya memperindah Onimusha sebagai game action dengan permainan pedang saja, tetapi juga memamerkan seberapa “luwesnya” RE Engine di tangan tim yang butuh memaksimalkannya.

Belum cukup? Kualitas animasi fantastis ini juga dipamerkan Capcom lewat segudang cut-scene yang jelas mengambil inspirasi dari banyak film samurai lawas yang keren dan mengeksekusinya dengan manis. Ia secara konsisten memberikan highlight khusus untuk Musashi dan karakter pendukung yang ada, baik dari pihak protagonis hingga antagonis. Sebegitu tinggi kualitasnya, hingga kami tidak ragu untuk menyebut bahwa 15 menit opening Onimusha: Way of the Sword adalah salah satu 15 menit pembuka game terbaik kedua setelah God of War: Ragnarok. Anda yang menyenangi film samurai akan mengapresiasinya di level yang sama dengan kami.

Sebagai fans film samurai, 15 menit pertama Onimusha: Way of the Sword mungkin 15 menit terbaik kedua yang pernah kami nikmati setelah God of War: Ragnarok.
Kami yakin Anda bisa merasakan dan menerjemahkan arti pandangan Shizuka di gambar ini tanpa harus dibantu dialog sama sekali.

“Ekspresi” kedua datang secara harfiah, dimana kami merujuk pada kualitas sisi ekspresi wajah karakter yang dipamerkan oleh Onimusha: Way of the Sword. Jika Anda mengira bagaimana ekspresi kebingungan Diana di PRAGMATA sudah begitu akurat, Anda akan terpesona dengan apa yang ditawarkan Capcom di sini. Sebegitu detail dan memesona ekspresi ini, hingga ada beberapa momen dimana karakter bisa mengkomunikasikan intensi dan niat mereka tanpa berbicara sekali. Dari gerak leher, sudut kemiringan kepala, kembang kempis pipi, hingga senyum yang canggung. Ini adalah game Capcom paling ekspresif yang kami temui.

Berita baiknya? Semua keindahan yang berhasil dicapai oleh Capcom ini juga didesain secara efektif untuk memastikan bahwa ia juga mendukung gameplay yang ada. Sebagai contoh? Di luar gerakan yang memang digabung dengan indikator warna untuk memperjelas aksi counter apa yang Anda butuhkan, semua animasi serangan monster di Onimusha, musuh biasa ataupun boss, ukuran kecil ataupun besar, hadir super jelas. Bahkan ia juga memberikan ruang untuk menyuntikkan sedikit sensasi sinematik, seperti saat Anda menjadi korban aksi grab dari boss misalnya.

Masih belum cukup fantastis? Sebegitu detailnya Capcom menangani sisi presentasi ini, hingga ia juga memastikan lingkungan dan animasi serangan musuh ini punya level interaktivitasnya sendiri. Melihat momen bagamana aksi tangkis Anda membuat musuh menerebos dinding terdekat dan tersangkut di sana atau meihat bagaimana salah satu Genma raksasa tidak bisa mengayunkan pedang besarnya dan terhenti karena bangunan yang berdiri di antara Anda dan dirinya berujung membuat Onimusha: Way of the Sword terlihat dan terasa semakin keren.

Animasi juga didesain sejelas mungkin untuk mendukung gameplay, tidak hanya sinematik.
Kami akan sangat merekomendasikan Anda untuk menikmati game ini dengan bahasa Jepang.

Sisa sisi presentasi yang lain juga pantas untuk diapresiasi. UI yang terhitung bersih untuk sebuah game action yang berfokus pada serangan melee, jarak kamera yang jarang bermasalah bahkan saat Anda melawan monster berukuran besar sekalipun, sampai menu dan desain peta yang selayaknya mudah untuk dipahami jadi catatan ekstra.

Berita bahagianya? Sisi audio Onimusha: Way of the Sword juga tidak kalah memesonanya. Kami sendiri merekomendasikan Anda untuk menggunakan bahasa Jepang untuk dialog atas nama pengalaman yang lebih otentik dan sesungguhnya, percakapan yang akan terasa lebih ekspresif, terutama dari sisi Musashi. Kami jatuh cinta pada ragam suara efek yang mengemuka, terutama dari dentingan pedang yang membuat pertarungan-pertarungan ini terasa lebih genting. Sementara untuk urusan OST? Anda sepertinya tidak perlu lagi meragukan Capcom untuk memastikan ia hadir dengan atmosfer dan era yang tepat, bahkan ketika mereka mengintegrasikan hal sepenting Kabuki misalnya. Fantastis.

Barisan Karakter Terbaik

Fakta bahwa kami menyediakan sesi khusus untuk membicarakan karakter di review kali ini adalah testimoni tidak langsung betapa fantastisnya aspek yang satu ini di game ini.

Anda yang memahami sepak terjang review kami sepertinya paham bahwa tidak ada pujian lagi yang lebih tinggi selain menyediakan sebuah sesi sub-judul atas nama hanya membicarakan kualitas karakter yang ia tawarkan saja. Namun percaya atau tidak, karakter adalah salah satu alasan mengapa kami jatuh hati pada Onimusha: Way of the Sword.

Sejujurnya, ketika Capcom pertama kali memastikan bahwa karakter Musashi akan “meminjam” wajah aktor legendaris – Toshiro Mifune, kami termasuk gamer yang skeptis. Ada ketakutan bahwa langkah ini sepenuhnya didasarkan pada faktor mengejar keuntungan dan popularitas semata tanpa memerhatikan dan memikirkan seberapa pentingnya sosok Mifune, terutama saat kita bicara soal khazanah film samurai Jepang masa lampau. Bahwa Capcom tidak menghargai sosok Mifune dalam level yang seharusnya.

Namun hanya dalam 15 menit pertama Anda memainkan game ini, kami yakin bahwa Anda paham mengapa mereka dengan sengaja memilih Mifune sebagai “wajah” Musashi. Capcom mengerti dan memahami bagaimana “menerjemahkan” ulang pengalaman sinematik samurai ke dalam format video game dan kemudian memastikan karakter ini benar-benar hidup lewat ekspresi wajah, tindak-tanduk, respon berbicara, kegetiran saat harus berhadapan dengan kekecewaan, hingga bagaimana ia secara tidak langsung menikmati cara pedangnya berdansa dan menjadi jawaban dari begitu banyak masalah. Musashi butuh Mifune dan Capcom memastikan hal tersebut “dijelaskan” dengan baik.

Bagian terbaiknya? Musashi bukan satu-satunya karakter terbaik di Onimusha: Way of the Sword ini. Atas nama untuk mencegah game ini bebas spoiler, daya tarik juga datang dari pihak antagonis yang akan memeranginya di sepanjang permainan. Anda sudah bertemu dengan Ganryu yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik sebagai rival dan musuh abadi Musashi, yang lewat ekspresi dan pilihan katanya, sangat bisa dipahami mimpi dan ambisinya. Ia berhasil membuat setiap pertempuran dengannya lebih dari sekadar dentingan pedang saja, melainkan ditabraknya dua ideologi berbeda.

Ia memuat barisan karakter antagonis super menarik yang sudah lama tidak kami temukan di video game manapun.
Interaksi para karakter pendukung dengan Musashi juga tidak kalah memesona.

Ganryu tentu bukan tokoh antagonis utama. Ketika tabir misteri terbuka dan Anda diperkenalkan soal siapa sebenarnya kekuatan di balik semua kekacauan ini, akan ada dua perasaan yang akan berhasil dihadirkan Capcom lewat karakter ini: kengerian dan kekaguman. Capcom jelas tidak menahan diri untuk membuat karakter ini jelas punya kualitas kekejaman yang tidak bisa dibandingkan karakter antagonis dari franchise manapun yang ia kerjakan. Lewat caranya berbicara, senyumnya, gerak-gerik berjalan, dansa kecil, dan tinju-nya yang penuh darah, Anda paham bagaimana karakter ini adalah representasi kejahatan dan kekacauan sesungguhnya. Segila dan sekeren itu.

Pujian juga pantas untuk diarahkan untuk karakter-karakter pendukung seperti Okuni dan Shizuka yang menjalankan tugasnya dengan baik sebagai teman “tek-tokkan” Musashi yang membuat mereka terasa bak keluarga kecil atau setidaknya, sebuah grup pertemanan. Keduanya juga dibumbui dengan cerita latar belakangnya sendiri yang membuat Anda paham soal motivasi yang mendasari aksi dan emosi mereka, positif ataupun negatif.

Semua kekuatan karakter kemudian dikombinasikan dengan jalinan cerita utama dan cerita misi sampingan yang cukup kuat, yang di beberapa momen emosional, bahkan cukup untuk membuat kami menitikkan air mata. Memang di pondasinya, Onimusha: Way of the Sword adalah sebuah game fantasi tak rasional dimana iblis dan manusia hidup di ruang yang sama. Namun tetap saja, situasi ini tidak bisa menyangkal bahwa sekuens kecil yang ia usung cukup efektif untuk membangun keterikatan emosi yang mungkin tidak pernah Anda prediksi sebelumnya dengan setiap karakter ini.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website