
Gamer-gamer yang lebih tua sepertinya masih ingat dengan era dimana game-game “buatan China” biasanya punya asosiasi negatif. Jika ia tidak berakhir menjadi game kualitas rendahan, besar kemungkinan ia menjadi sejenis bentuk imitasi jelas dari sebuah produk yang lebih populer. Namun untungnya, selama setidaknya satu dekade terakhir, identitas tersebut berubah. Perlahan tapi pasti, China kini mulai tumbuh menjadi kekuatan baru asal Timur yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebuah pengakuan yang kian diperkuat via rilis Phantom Blade Zero dari S-Game.
Setelah ragam game gacha fantastis seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves, China juga berhasil membuktikan bagaimana mereka juga memiliki talenta dan kapabilitas untuk meracik game premium dengan visual memanjakan mata, seperti yang berhasil dicapai Game Science dengan Black Myth: Wukong. Di tengah situasi ini, banyak gamer yang tentu saja penasaran apakah S-Game akan mampu melanjutkannya dengan Phantom Blade Zero, yang terlihat kian matang dan memanjakan mata lewat serangkaian trailer dan screenshot teranyar.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Phantom Blade Zero ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai mahakarya terbaru asal China? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Semua screenshots di artikel ini diambil dari versi Playstation 5 Pro, Preset Grafis “Quality”, Ray Tracing ON, dan PSSR Enhanced ON.
Plot

Phantom Blade Zero akan meminta Anda untuk berperan sebagai seorang karakter bernama Soul yang merupakan salah satu ksatria terkuat di sebuah organisasi bernama The Order.
Hadir dengan alur cerita maju-mundur antara masa lalu dan masa sekarang, tidak perlu menunggu terlalu lama bagi Anda untuk memahami bahwa Soul baru saja melakukan sebuah dosa yang benar-benar tidak dimaafkan. Dalam sebuah pertarungan sengit, ia berujung membunuh pemimpin The Order itu sendiri. Soul sendiri terluka parah dan hampir meregang nyawa karena situasi ini.
Namun di tengah sekarat dirinya, Soul justru bertemu dengan sebuah entitas misterius bernama Flesh Sculptor yang menyediakannya dua opsi jantung berbeda dengan janji sebuah kesempatan untuk hidup kembali. Menolak untuk hidup tanpa emosi dan perasaan yang disediakan salah satu jantung, Soul memilih jantung satunya lagi yang menjadikannya kembali seorang manusia. Yang berbeda? Ia kini hanya punya waktu 66 hari untuk hidup.


Maka seperti yang bisa diprediksi, kebangkitan kembali Soul ini bukanlah sesuatu yang disambut dengan baik oleh para anggota The Order. Ia menjadi target buronan dalam prioritas tertinggi untuk sekte yang berisikan begitu banyak para petarung-petarung terkuat tersebut. Sementara di sisi lain, upaya Soul untuk membuka kusutnya tali konspirasi yang juga melibatkan sebuah wabah misterius di Wulin juga membuatnya bertemu dengan lebih banyak musuh berbahaya.
Lantas, apa yang membuat Soul berujung membunuh pemimpin organisasinya sendiri? Para petarung seperti apa yang harus ia hadapi? Siapa pula dalang yang membuat Wulin jatuh dalam sebuah wabah yang menyeramkan ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Phantom Blade Zero ini.

