Preview Onimusha – Way of the Sword: Calon Kuat Game of the Year 2026!

Preview Onimusha – Way of the Sword: Calon Kuat Game of the Year 2026!

Author picture
Author picture

Capcom memang tengah menikmati sukses lewat popularitas Resident Evil yang terus terjual jutaan kopi dalam waktu singkat, ramainya dan aktifnya komunitas Street Fighter 6, membaiknya Monster Hunter Wilds, hingga resepsi yang fantastis untuk IP terbaru mereka – PRAGMATA.

Di tengah “masa keemasan” yang juga terus direfleksikan lewat laporan keuangan yang fantastis inilah, sebuah franchise tua yang sempat tertidur berusaha untuk kembali di industri game modern. Tidak hanya lewat pendekatan visual lebih modern saja, tetapi juga perombakan besar-besaran di sisi gameplay dan cerita. Benar sekali, kita tengah bicara soal Onimusha: Way of the Sword.

Ketertarikan dan rasa optimise kami terkait judul ini memang sudah menjadi rahasia umum. Sejak diberikan kesempatan untuk menjajal game ini lebih cepat di akhir tahun 2025 kemarin, yang kemudian dirilis sebagai demo publik, ada citra kuat bahwa Capcom tengah “memasak” sesuatu yang fantastis dengan ini.

Kini, memenuhi undangan dari Capcom Singapura, kami berkesempatan untuk menjajal lebih banyak pengalaman Onimusha: Way of the Sword lebih awal. Sekarang kesempatan tersebut mengemuka dalam durasi 2 jam dimana gameplay dimulai tepat setelah cerita di demo publik berakhir. Durasi ini juga memperlihatkan lebih banyak hal baru yang belum dipamerkan Capcom sebelumnya sembari memberikan gambaran yang lebih jelas soal apa yang hendak ditawarkan oleh game ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo yang kami jajal ini? Mengapa kami tetap bersikukuh ia jadi calon kuat Game of the Year 2026? Preview ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Bukan Sekadar Koridor

Sesi preview kami dimulai setelah pertarungan melawan Ganryu, serupa dengan demo publik, selesai.

Dengan gameplay yang dimulai langsung dari setelah Anda mengalahkan Ganryu di versi demo publik, kami tentu bertemu dengan kepingan cerita baru dan karakter misterius di demo ini. Namun atas nama untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman yang maksimal saat rilis nanti, kami tidak akan banyak membicarakan hal tersebut di sini.

Satu yang pasti, ia tetap hadir sinematik dengan keseriusan untuk memastikan setiap karakter hadir se-ekspresif mungkin, terutama dari raut wajah yang diusung. Tidak ada keluhan yang bisa disampaikan dari presentasi visual game ini. Bahkan, desain lingkunganyang Anda temukan sepertinya siap untuk membuat Anda terserap ke dalamnya dengan begitu cepat.

Dari sisi gameplay, pondasinya juga tidak banyak berubah. Selama durasi 2 jam permainan ini, Onimusha: Way of the Sword tetaplah sebuah game action dengan permainan pedang intens yang sekali lagi, tidak diposisikan sebagai game Souls-like. Hampir sebagian monster yang disebut sebagai Genma di sini, akan bisa Anda habisi dengan cepat di sini. Beberapa varian mungkin butuh ekstra sedikit kerja keras, namun sebagian besar dari mereka akan bisa Anda babat habis dalam hitungan detik.

Bagian yang paling menarik adalah fakta bahwa ia menghancurkan asumsi bahwa seperti halnya di seri lawasnya, ia akan hadir sebagai game action yang akan sekadar menuntut Anda untuk bergerak dari koridor ke koridor, dari titik A ke B, sembari membersihkan setiap area yang ada khas desain game action lawas.

Dari sesi 2 jam permainan kami,  jelas bahwa Onimusha: Way of the Sword berupaya menawarkan sesuatu yang ekstra dengan pendekatan lebih modern di sini – yakni sebuah area desa / kota terbuka yang juga berisikan NPC di dalamnya.

Kami cukup terkejut ketika menemukan bahwa salah satu lokasi hadir dengan konsep area yang lebih terbuka dengan NPC di dalamnya, layaknya sebuah hub semi open-world.
Tidak ada kepastian apakah ini akan jadi satu-satunya lokasi terbuka ataukah kita bisa mengantisipasi lebih banyak konsep kota / desa di progress permainan yang lebih jauh.

Benar sekali, dengan lokasi yang diposisikan di Kyoto Timur ini, kota ini juga tampaknya akan didesain menjadi semacam hub untuk ragam aktivitas. Dalam sesi wawancara dengan tim developer yang ada, mereka juga memastikan bahwa NPC-NPC di dalam kota kecil ini juga akan punya ragam misi sampingan yang bisa Anda selesaikan begitu Anda sudah selesai membersihkannya.

Lantas, apa motivasinya? Sesederhana sistem yang sudah diaplikasikan di banyak game modern saat ini – penguatan sang protagonis utama, Musashi. Selain Souls yang Anda serap menggunakan Gauntlet, Onimusha: Way of the Sword juga mengusung  sistem mateial yang bisa Anda kumpulkan dari ragam sumber, termasuk peti harta karun yang tersebar di dalam peta dan para Genma ragam varian yang menanti.

Material dan resource ini kemudian bisa Anda alihkan untuk memperkuat Musashi via dua buah ekstra sistem yang terhitung generik: Skill Tree dan Upgrades. Seperti namanya, Skill Tree akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk membuka skill aktif baru untuk digunakan Musaashi atau sekadar memperkuat yang sudah ada. Ini akan membuat Anda sebagai pemburu yang lebih mematikan. Sementara untuk upgrades, Anda bisa membuat senjata atau gauntlet Anda lebih efektif, atau sekadar memastikan Anda lebih tahan banting dengan HP yang lebih tebal. Anda juga akan dibekali dengan ragam Charms dengan efek berbeda-beda.

Sistem upgrade berbasis material dan resource juga ditawarkan untuk memperkuat Musashi.
Bersama dengan sistem pohon skill ini, ia akan jadi motivasi ekstra bagi Anda untuk mengeksplorasi lebih jauh dunia Onimusha daripada sekadar bergerak menuju porsi cerita selanjutnya.

Sayangnya, area sedikit terbuka ini juga menjadi akhir dari petualangan demo kami. Oleh karena itu, tidak ada kepastian apakah ia akan menjadi satu-satunya area dengan desain seperti ini di keseluruhan pengalaman Onimusha nanti, ataukah kita bisa mengantisipasi konsep yang serupa dengasn area lebih besar lagi di versi final dengan progress yang lebih jauh nanti. Satu yang pasti, ia juga jadi pondasi untuk sedikit konsep “metroidvania” dimana ia akan memuat area dan rahasia yang nantinya mungkin baru bisa akan Anda buka dan akses setelah mendapatkan kekuatan baru untuk Musashi.

Tidak selalu aksi, ia juga akan memuat porsi puzzle.

Seolah menjadi elemen yang tidak bisa terpisahkan dari game action racikan Capcom, Onimusha: Way of the Sword juga akan menawarkan ekstra puzzle di dalam jalainan cerita yang ia usung, yang tidak akan menuntut banyak banyak energi otak. Selama Anda mawas, sepertinya tidak sulit untuk memahami apa yang harus Anda lakukan. Sementara untuk urusan eksplorasi? Dengan kekuatan Oni miliknya, Musashi selalu bisa memanggil sebuah titik cahaya untuk mengarahkan dirinya ke objektif utama dengan cepat dan tepat.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website