Review Ace Combat 8 – Wings of Theve: Nikmat Dansa di Angkasa!
Page 2

Review Ace Combat 8 – Wings of Theve: Nikmat Dansa di Angkasa!

Author picture
Author picture

Gumpalan Kapas

Menggabungkan teknologi mereka sendiri dengan Unreal Engine 5, gumpalan awan seperti ini memang jadi salah satu elemen yang diperhatikan oleh Project Aces untuk seri ini.

Jeda waktu sekitar 7 tahun yang terjadi dengan Ace Combat 7 dengan Ace Combat 8 tentu saja berarti perbedaan pondasi teknologi yang ditawarkan, apalagi mengingat keduanya dirilis untuk dua generasi platform yang berbeda. Jika Ace Combat 7 dibangun menggunakan Unreal Engine 4 sebagai basis, maka Ace Combat 8 kini dibangun menggunakan Unreal Engine 5 yang juga dipadupadankan dengan teknologi cuaca dan awan proprietary milik Project Aces untuk tidak hanya presentasi visual yang lebih realistis saja, tetapi juga interaksinya dengan gameplay.

Hasilnya adalah sebuah ruang “berdansa” menggunakan begitu banyak misil dan peluru senapan mesin yang indah. Hampir sebagian besar pertempuran angkasa Anda akan diisi dengan awan-awan yang tampil bak gumpalan kapas, yang terkadang juga hadir dalam bentuk dan jenis yang berbeda tergantung pada ketinggian yang ada. Awan-awan ini juga bukan sekadar untuk kosmetik belaka, tetapi juga bagian dari pondasi strategi yang bisa Anda eksekusi untuk mengamankan diri. Mereka yang “bersembunyi” di dalamnya akan lebih sulit untuk terdeteksi, baik dari jarak pandang ataupun target misil.

Bukan hanya kosmetik, awan-awan ini juga bisa dijadikan “bungkus” untuk ekstra strategi gameplay.
Cerita kini disajikan dari perspektif orang pertama, yang ternyata, berhasil dieksekusi dengan baik.

Peningkatan sisi grafis Ace Combat 8 dibandingkan seri pendahulunya juga menyeruak dari beragam elemen yang ada, termasuk dari tekstur hingga model karakter yang diusung. Cukup hingga membuat Project Aces percaya diri untuk menyajikan cerita yang ditawarkan via perspektif orang pertama, sebuah inovasi baru untuk si seri utama. Pendekatan ini berarti kesempatan untuk menyelami dunia Ace Combat 8 dengan lebih imersif, termasuk menikmati ketajaman model karakter, pesawat, hingga interior kapal induk yang Anda tinggali di ragam scene. Kesempatan untuk melihat desain pilot pendamping yang lebih baik setelah hanya disuguhkan via FMV pendek dan potret wajah semata di seri-seri tuanya.

Salah satu penyempurnaan visual yang juga berujung kami apresiasi adalah perbaikan dari sisi skala saat kita bicara soal landmark dan gedung. Ini merupakan salah satu “keluhan” konsisten kami, bahkan di Ace Combat 7 sekalipun dimana misi-misi yang melibatkan kota, pemukiman, atau gedung apapun biasanya akan hadir dengan skala yang absurd dibandingkan dengan ukuran pesawat yang Anda gunakan. Mereka terlihat begitu kecil dan tidak realistis, apalagi jika misi yang ditempuh meminta Anda untuk terbang melewati mereka. Di Ace Combat 8? Semua ragam objek di tanah ini hadir dengan skala yang jauh lebih rasional.

Ragam arstitektur darat yang Anda temui kini hadir dalam skala yang lebih rasional dibandingkan seri-seri terdahulu.

Maka sisa fokus sisi presentasi yang ditawarkan oleh Project Aces berfokus pada ragam efek yang Anda temukan saat menikmati pertarungan pesawat Anda di angkasa, yang misinya juga terkadang terbagi ke dalam siang ataupun malam sesuai cerita. Anda akan menikmati bagaimana embun akan menempel di kaca pesawat Anda saat melewati awan atau bagaimana efek dentuman supersonic akan tercipta saat Anda mencapai kecepatan tertentu. Favorit kami? Efek kondensasi di bagian sayap saat melakukan manuver-manuver ekstrim yang cantik.

Berita baiknya? Project Aces juga melakukan tugas yang fantastis dari sisi audio. Kami sendiri akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan perangkat audio terbaik Anda untuk sensasi pengalaman imersif, dari suara meluncurnya misil hingga dentuman hancurnya pesawat yang tidak pernah gagal memuaskan. Kualitas yang ditawarkan dari sisi voice acting juga kembali bersinar di seri ini, terutama untuk voice acting bahasa Inggris yang menurut kami justru lebih cocok dibandingkan dengan bahasa Jepangnya. Semua aktor / aktris suara Ace Combat 8 melakukan tugas yang baik untuk mengeksekusi rangkaian scene, dari yang keren hingga emosional.

Para aktor / aktris suara, terutama untuk versi bahasa Inggris, melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Yang menarik dari sisi audio untuk fans seperti kami justru datang dari pilihan OST yang ia usung. Berbeda dengan seri-seri lebih lawas yang biasanya menyuntikkan musik berbasis choir dengan lirik yang cukup untuk membuat bulu kuduk Anda merinding, Ace Combat 8 hadir dengan pilihan musik yang terasa lebih modern dan “anak muda”, selaras dengan tema cerita yang juga melibatkan teknologi kekinian seperti situs sosial media misalnya. Hasilnya? Cukup mengagumkan. Walaupun berbeda, namun musik tetap berhasil memainkan peran penting dalam keseluruhan atmosfer cerita, hingga cukup efektif untuk memicu emosi saat momen itu tiba.

Nikmat Dansa di Angkasa

Dari sisi gameplay, Ace Combat 8 masih dibangun di atas pondasi game pertempuran pesawat jet yang sama.

Dar sisi gameplay, seperti seri-serinya terdahulu, Ace Combat 8 tetaplah sebuah game pertempuran pesawat jet dengan cerita linear yang akan membawa Anda melewati serangkaian misi utama hingga ia mencapai konklusi yang sudah ditentukan.

Tidak ada konsep dunia terbuka untuk dieksplorasi, tidak ada misi sampingan untuk diselesaikan, tidak ada kebutuhan memecahkan puzzle. Yang perlu Anda perhatikan hanyalah menyetir pesawat Anda sebaik mungkin sesuai dengan skema kontrol yang sesuai dengan kemampuan Anda, menghabisi semua pesawat jet musuh yang berusaha menghalangi Anda sembari berupaya bertahan hidup. Tentu saja, akan ada pula misi dimana Anda diminta untuk menghancurkan pesawat atau arstitektur dalam ukuran yang masif, yang membuat pengalaman ini kian epik.

Ace Combat 8 juga menawarkan sebuah pengalaman yang dinamis dengan tingkat kesulitan yang mereka tawarkan. Jika Anda termasuk gamer veteran yang sudah makan asam garam Strangereal selama puluhan tahun, tingkat pilihan kesulitan minimal di “Veteran” akan memuaskan rasa dahaga Anda untuk pengalaman Ace Combat yang seharusnya.

Bukan hanya karena pesawat musuh yang reaktif, tetapi juga kehadiran tim-tim antagonis – alias para Aces dari kubu musuh yang akan menantang kemahiran Anda “berdansa” lebih jauh di angkasa. Tingkat kesulitan di bawah “Veteran” akan secara otomatis menganulir kehadiran tim-tim Aces antagonis ini, menawarkan pengalaman cerita yang lebih mudah dan mulus.

Bukan Ace Combat namanya jika tanpa pertempuran melawan mesin-mesin besar seperti ini.
Gamer yang bermain di tingkat kesulitan minimal “Veteran” akan senantiasa disambut para pilot Aces dari tim antagonis ini.

Seri ini juga mengembalikan ekstra mekanik yang begitu dicintai dari Ace Combat 5 – yakni kemampuan untuk memberikan perintah kepada anggota Squadron Anda yang lain. Dengan menggunakan tombol d-pad, Anda bisa memerintahkan mereka untuk berfokus menyerang target yang sama, menyebar dan mencari target yang berbeda, menggunakan atau tidak menggunakan Special Weapon mereka, hingga melakukan aksi cover untuk dibutuhkan. Untuk yang terakhir ini, mereka juga akan cukup pintar untuk menggunakan sisa flare dan chaff mereka atas nama melindungi Anda dari serangan misil yang mendekat. Seperti yang bisa diprediksi, fungsi ini akan cukup krusial untuk memastikan seberapa efektif Anda di medan pertempuran.

Performa Anda kemudian akan diterjemahkan ke dalam sistem penilaian berbasis skor di setiap akhir misi, yang kemudian juga akan menempatkan sejumlah mata uang bernama MRP untuk Anda gunakan di sebuah sistem baru yang juga pertama kali diimplementasikan via Ace Combat 8 – Aircraft Tree.

Salah satu cara terbaik untuk menjelaskan sistem ini adalah menyederhanakan dan menyamakannya dengan sistem skill tree di banyak game RPG. Namun bukan jurus baru yang butuh dibuka dengan skill points yang baru Anda dapatkan, yang Anda temukan di sini adalah sebuah bagan besar untuk pesawat-pesawat yang bisa Anda buka, rangkaian senjata yang bisa digunakan setiap dari mereka, dan rangkaian parts yang bisa Anda sematkan nantinya. Masing-masing akan menuntut jumlah resource mata uang tersendiri.

Selain akses pesawat lebih kuat yang biasanya menawarkan kecepatan dan kemampuan manuver yang lebih mumpuni, Aircraft Tree ini juga akan membuka akses untuk ragam Parts yang kini bisa Anda sematkan dalam pesawat pilihan Anda.

Sistem baru bernama Aircraft Tree ini akan jadi ruang Anda untuk membeli pesawat dan parts baru.
Iya, parts. Sistem baru ini akan memungkinkan Anda untuk memodifikasi performa pesawat andalan Anda di tiga sektor terpisah.

Setiap parts yang Anda pasang untuk slot kosong yang jumlahnya juga berbeda di setiap pesawat ini akan memberikan ekstra buff tertentu untuk mendukung aksi Anda, yang akan dibagi menjadi tiga warna kategori – hijau untuk status pesawat, kuning untuk pergerakan, dan orange untuk senjata. Semakin banyak sisi Aircraft Tree yang Anda buka, semakin banyak parts yang Anda miliki, semakin besar pula kesempatan untuk membangun build pesawat efektif yang Anda dambakan.

Yang menarik? Terlepas dari sistem yang memungkinkan Anda untuk berfokus mengakses pesawat terkuat dan tercepat seawal yang Anda bisa, Ace Combat 8 tetap tidak bisa “diselesaikan” dengan hanya mengandalkan strategi seperti ini. Setiap misi akan didesain untuk menawarkan tantangan berbeda, yang menuntut Anda untuk membaca dan memerhatikan briefing misi di awal yang bukan sekadar omong kosong kosmetik pendukung cerita saja.

Sesi briefing di game ini bukan untuk sisi kosmetik saja, tetapi esensial bagi Anda untuk mempersiapkan diri.
Untungnya seolah paham akan ada banyak dari Anda yang tidak akan memerhatikannya, Project Aces juga menyediakan indikator sederhana untuk memperlihatkan seberapa siap Anda menghadapi ancaman udara dan darat yang dibutuhkan tiap misi.

Lewatnya Anda akan bisa menentukan kira-kira persenjataan apa yang harus Anda siapkan untuk tidak hanya pesawat Anda, tetapi juga anggota Squadron Joker yang lain. Jangan sampai Anda membawa begitu banyak misil untuk pertarungan udara ketika fokus pertempuran justru banyak melawan unit darat.

Dengan belasan jam dan puluhan misi yang ditawarkan, fakta bahwa Ace Combat 8 sama sekali tidak terasa repetitif adalah sebuah keajaiban yang pantas dirayakan.

Maka sisa perjalanan Anda dengan Ace Combat 8 hanyalah menikmati apapun yang dilemparkan Project Aces kepada Anda, yang variannya juga pantas untuk diapresiasi. Dengan panjang misi utama yang mungkin menuntut belasan jam di mode Veteran, game ini berhasil memastikan bahwa terlepas dari fakta bahwa pertempuran pesawat jet jadi pondasi gameplay, Anda tidak akan merasa sedikitpun bosan karena potensi repetisi. Selalu ada objek baru untuk dihancurkan, selalu ada dramatisasi yang tidak pernah gagal menggetarkan, selalu ada pilot Aces antagonis yang menantang, dan selalu ada skenario yang siap membuat Anda merasa sebagai pilot terbaik di FCU.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website